Jakarta Timur - Di lingkungan hunian modern seperti Gading Icon yang dihuni oleh warga dengan beragam latar belakang agama, budaya, dan suku, upaya menjaga keharmonisan menjadi hal yang sangat penting. Menyadari hal tersebut, Pengurus PPPSRS secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan toleransi serta keharmonisan antarumat beragama dengan memfasilitasi berbagai kebutuhan dan kegiatan keagamaan di lingkungan hunian. Upaya ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, harmonis, dan saling menghormati.
Komitmen tersebut diawali dengan pelebaran ruang masjid guna meningkatkan kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah. Pelebaran dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna fasilitas, sekaligus untuk memastikan aktivitas ibadah dapat berjalan dengan tertib tanpa mengganggu kenyamanan warga lainnya.
Selanjutnya, PPPSRS meresmikan Rumah Doa sebagai fasilitas ibadah bersama bagi umat beragama lain. Peresmian ini menjadi simbol keterbukaan dan wujud penghormatan terhadap keberagaman keyakinan di lingkungan hunian, sekaligus menyediakan ruang ibadah yang layak dan representatif untuk berbagai kegiatan keagamaan.
Bapak Yoel Talugo selaku Kepala Sekretariat Bersama PPPSRS sekaligus ketua dari komunitas Forum Komunikasi Warga Kristen & Katolik (FKWKK) menyampaikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh warga terkait keberadaan fasilitas tersebut.
"Keberadaan Rumah Doa GICA memberikan manfaat nyata bagi umat Kristiani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Kristen & Katolik (FKWKK) GICA. Rumah DOA ini dapat digunakan sewaktu-waktu untuk doa pribadi maupun doa bersama, tanpa mengganggu aktivitas ibadah umat agama lain. Selain itu, Rumah Doa menjadi tempat yang representatif untuk saling mendoakan, baik bagi warga yang sedang sakit, menghadapi permasalahan keluarga, tantangan ekonomi, maupun kebutuhan rohani lainnya." ungkapnya.
Dalam rangka memperkuat pembinaan umat, PPPSRS juga memfasilitasi pembentukan komunitas Buddha, yaitu Cetiya Metta Bodhi Dhamma. Kehadiran komunitas ini diharapkan dapat menjadi wadah kebersamaan, pengembangan spiritual, serta sarana koordinasi kegiatan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ibu Dr. Hollie Ong, selaku Divisi Kesehatan PPPSRS sekaligus Bendahara Komunitas Cetiya Metta Bodhi Dhamma, menyampaikan perasaan dan pandangannya mewakili seluruh panitia terkait terbentuknya komunitas Buddha tersebut.
"Berkat dukungan dari ketua RW & P3SRS, kami panitia jadi lebih banyak belajar tentang proses dan tata cara pengurusan cetiya. Selain itu, pemahaman dan praktik ajaran Buddha, Dhamma menjadi lebih giat lagi. Serta dengan adanya jadwal meditasi yang dilakukan secara rutin bersama warga GICA maupun luar GICA disetiap minggunya yaitu pada hari Kamis." ungkapnya.
Sebagai upaya lanjutan dalam menjaga harmonisasi antarumat beragama, PPPSRS juga membuka ruang diskusi lintas agama yang diselenggarakan di ruang PPPSRS. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai umat beragama dan bertujuan untuk memperkuat pemahaman, menumbuhkan sikap saling menghormati dalam keberagaman, serta menciptakan ruang dialog yang terbuka guna membangun komunikasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di lingkungan hunian.
Ibu Eva Simanjuntak selaku Divisi SDM PPPSRS sekaligus salah satu umat Kristiani di lingkungan GICA turut memaparkan kesannya terkait manfaat yang dirasakan dari keberadaan Forum Komunikasi Warga Lintas Agama.
"Keberagaman merupakan kekuatan bagi Gading Icon yang dihuni warga dari berbagai agama, budaya, dan suku. Kehadiran Forum Komunikasi Warga Lintas Agama menjadi langkah strategis untuk menjaga keharmonisan, mempererat persaudaraan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui dialog dan kegiatan bersama, forum ini memperkuat toleransi, mencegah konflik secara bijak, meningkatkan solidaritas sosial, serta menumbuhkan kepedulian antarwarga. Selain itu, forum ini menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar dan membentuk generasi muda yang berjiwa toleran serta menghargai perbedaan." paparnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, PPPSRS berharap dapat terus mewujudkan lingkungan hunian yang rukun, damai, dan harmonis, di mana setiap warga dapat menjalankan keyakinannya dengan aman dan nyaman, serta hidup berdampingan dalam semangat toleransi dan kebersamaan.
Editor: Tim Redaksi PPPSRS GICA
Foto: Dokumentasi PPPSRS GICA
Publish: 10 Februari 2026





